Cerita Perjuangan Kuliah di Korea Selatan! Psst.. Biayanya berapa ya??

Bayangin ini: kamu berangkat kuliah ke Korea Selatan cuma modal Rp20 juta. Kedengarannya cukup banyak, tapi kalau aku bilang modal segitu bisa berubah jadi keuntungan setengah miliar, percaya nggak? Begini ceritanya lengkap sama rincian biayanya, biar kamu paham betapa berharganya modal nekat ini!


Persiapan Berangkat: Tiket Mahal karena "Corona Lagi Hits"

Sebelum aku resmi jadi mahasiswa oppa-land, banyak banget yang harus disiapin. Mulai dari nerjemahin dokumen (pake penerjemah tersumpah biar sah), legalisasi sana-sini, sampai paspor, visa, tes TOEFL, dan tiket pesawat yang harganya bikin kantong gemeter: Rp6 juta cuma buat tiket sekali jalan! Mahal banget karena corona lagi hits, katanya. Ini aku ngurusnya dari 2020 awal tapi berangkat ke Koreanya September 2020. Lama banget kan hiks, soalnya pas itu semua instansi pemerintah tutup gara-gara coronces.

Rincian biayanya: 

  1. Penerjemah tersumpah dokumen: Rp480.000
  2. Pengesahan dokumen oleh notaris: Rp260.000
  3. Legalisasi dokumen di Kemenkumham: Rp280.000
  4. Legalisasi dokumen di Kemenlu: Rp200.000
  5. Legalisasi dokumen di Kedubes Korea: Rp56.800
  6. Tes TOEFL: Rp500.000
  7. Paspor: Rp300.000
  8. Visa pelajar D-2: Rp1.172.000
  9. Kirim dokumen ke kampus (DHL): Rp500.000
  10. Tiket pesawat sekali jalan ke Korea Selatan (Garuda, ekonomi): Rp6.000.000 (mahal banget karena corona lagi ngehits)
  11. Medical check-up dan tes TBC: Rp1.000.000
  12. PCR test: Rp600.000
  13. Studio foto untuk berbagai ukuran dokumen: Rp300.000
Total persiapan? Rp11,648,800. Itu belum termasuk biaya transportasi lokal buat ngurus-ngurus, plus beli koper gede yang kayak mau pindah hidup. Kalau ditotal, kira-kira habis Rp20 juta. Lumayan banget buat starter pack calon mahasiswa luar negeri.

Biaya Kuliah: Terima Kasih, Profesor!

Untuk S2-S3, biaya kuliah di kampusku sebenernya nggak murah. Kalau aku hitung total semua semesternya, harusnya habis Rp327 juta. Tapi aku punya the best professor ever yang bayarin semester pertama sampe bikin aku nangis bahagia.
  • Biaya aplikasi: 50.000 KRW
  • Biaya pendaftaran (admission fee): 72.000 KRW
  • Biaya kuliah semester 1: Aslinya 2.793.000 KRW → Diskon freshmen jadi 2.170.000 KRW → Dibayarin profesor jadi Rp.0 (Ya Allah prof ku baek banget)
  • Biaya kuliah semester 2: 2.649.000 KRW → Diskon kampus jadi 2.201.000 KRW
  • Biaya kuliah semester 3: 2.649.000 KRW → Bantuan profesor jadi 1.007.400 KRW
  • Biaya kuliah semester 4: 2.692.000 KRW (full bayar sendiri)
  • Biaya kuliah semester 5–10: Gratis karena dapat beasiswa dari pemerintah Korsel
Kalau dihitung total yang aku bayar selama ini hanya 6.102.400 KRW
Selain itu, aku juga dapet diskon dari kampus, dan semester berikutnya mulai dapet bantuan dari berbagai sumber, termasuk beasiswa pemerintah Korea. Jadi, total biaya kuliah yang bener-bener aku keluarin cuma sekitar Rp73 juta. Kalau nggak ada beasiswa? Yaudah, bye-bye Rp254 juta!

Biaya Hidup: Setengah Miliar untuk Makan dan Nonton Oppa

Nah, ini yang bikin aku sadar: hidup di Korea tuh nggak murah. Asuransi naik tiap tahun, sewa apartemen yang awalnya bareng temen sampe akhirnya sendiri (karena pengen lebih mandiri, katanya), listrik yang mahal pas musim dingin (pemanas itu kayak mesin makan uang), sampe kuota HP dan wifi.

Aku juga nggak lupa sama kebutuhan penting lainnya, kayak makan, jalan-jalan, skincare (wajib biar glowing!), dan nonton konser Super Junior. Ya, priorities!

Total biaya hidupku selama 10 semester kira-kira Rp505 juta. Tapi ini udah termasuk gaya hidup mahasiswa yang kadang suka boros karena "mumpung di Korea!". Nih buat detailnya:

  1. Asuransi kesehatan:
    • 2020: 80.000 KRW setahun
    • 2021: 43.290 KRW/bulan → 519.480 KRW setahun
    • 2022: 56.030 KRW/bulan → 672.360 KRW setahun
    • 2023: 143.840 KRW/bulan → 1.726.080 KRW setahun
    • 2024: 150.550 KRW/bulan → 1.806.600 KRW setahun
  2. Sewa apartemen:
    • 6 bulan pertama (bareng teman): 150.000 KRW → 900.000 KRW
    • Tahun berikutnya (bareng teman): 100.000 KRW/bulan → 1.200.000 KRW
    • 6 bulan berikutnya (sendiri): 200.000 KRW/bulan → 1.200.000 KRW
    • 32 bulan terakhir: 270.000 KRW/bulan → 8.640.000 KRW
  3. Listrik (variasi musim): Rata-rata 600.000 KRW/tahun → Total 2.700.000 KRW
  4. Wifi: 17.600 KRW/bulan (2 tahun) → 422.400 KRW
  5. Kuota HP: 14.300 KRW/bulan → 800.800 KRW
  6. Makan, transport, skincare, dll: 350.000 KRW/bulan → 19.600.000 KRW
  7. Nonton konser Super Junior (prioritas!): 150.000 KRW/tahun → 450.000 KRW

Total biaya hidup selama 10 semester: 43.146.320 KRW (Rp517.755.840). Tapi bakal lebih karena belum ditambah dengan nanti asuransi tahun 2025 yang akan datang, sama budget liburan, tapi kurang lebih ya 500-600jt.

Keuntungan dari Beasiswa: Cuan dari Langit!

Sekarang bagian serunya. Aku dapet beasiswa dari berbagai sumber, mulai dari profesor yang super baik hati, kampus, sampe pemerintah Korea. Bahkan aku dapet bonus buat publish paper dan tiket pulang kampung gratis. Pengembalian pajak juga lumayan buat nambah uang jajan.

  • Beasiswa dari profesor (2020–2023): 36.206.400 KRW
  • Beasiswa dari pemerintah Korea (2022–2025): 43.000.000 KRW
  • Bonus publikasi paper (2021–2022): 3.900.000 KRW
  • Pengembalian pajak (2021–2023): 2.772.160 KRW
  • Tiket pulang gratis: priceless
  • Pengembalian pajak (2024-2026): unknown KRW (soalnya belum dibalikin ya manalah ku tahuu hehehe)
  • Total beasiswa yang aku dapet sejauh ini (plus estimasi sampe lulus): Rp1 miliar lebih! Kalau dikurangin sama biaya hidup dan sekolah, keuntungan bersihku kira-kira Rp500 juta! Bayangin, dari modal 20 juta jadi 500 juta! Ini sih, investasi paling cuan!

    Pelajaran Berharga: Modal Nekat, Untung Banyak

    Jadi, apa pelajaran yang aku dapet dari semua ini?

    1. Modal nekat bisa jadi untung besar asalkan strateginya tepat.
    2. Punya profesor baik hati adalah rejeki yang luar biasa.
    3. Kalau ada kesempatan kuliah di luar negeri, ambil aja. Siapa tahu kamu juga bisa balik modal sampe 25 kali lipat kayak aku.

    Oh ya, jangan lupa nikmatin hidup juga. Buatku, nonton Super Junior tiap tahun itu bentuk self-care. Kalau kamu punya mimpi kuliah di luar negeri, jangan ragu. Siapa tahu, kamu juga punya cerita seru kayak aku. Semangat ngejar mimpi! 💪

    Komentar